|
Dejan Akui Kekalahan Atas Kelantan |
|
Ditulis oleh TRWC Team
Rabu, 11 April 2012 11:36 |
emel |
|
|
Share10 April 2012 | 7:35 pm |
Kekalahan Arema IPL atas Kelantan FA dengan skor 3-1 di stadion Gajayana Kota Malang, Selasa (10/04) membuat peluang Arema untuk bisa lolos menjadi sangat kecil. Pelatih Arema IPL, Dejan Antonic mengakui jika Kelantan pantas menang.
Dejan Antonic mengakui kekalahan timnya atas Kelantan FA. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Dejan Antonic mengakui kekalahan timnya atas Kelantan FA. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Mantan pelatih Timnas Hongkong itu mengaku cukup kecewa. Sebab pada pertandingan itu, sebenarnya skuad Singo Edan mempunyai banyak peluang, namun para pemain tak mampu menyelesaikan menjadi gol. Praktis hanya Roman Chmelo yang mampu mencetak gol di menit ke-34.
“Saya kecewa karena kita punya banyak peluang tak bisa jadi gol. Itu sudah menjadi masalah di tim kita sejak awal saya melatih Arema. Sementara Kelantan peluang tak banyak tetapi mereka bisa mencetak gol karena finishing touch pemain yang bagus. Pemain belakang kita juga sering melakukan kesalahan yang akhirnya berbuah gol untuk Kelantan,” ujar Dejan pada wartawan saat sesi konferensi pers usai pertandingan.
Dejan juga mengakui kualitas pemain Kelantan FA yang cukup bagus, terutama Mohamed Ghaddar yang dalam dua kali pertandingan melawan Arema IPL mampu mencetak lima gol di gawang Dennis Romanovs, dengan rincian tiga gol di leg pertama dan dua gol di leg kedua.
Bagi Dejan, sebagai pelatih, ia telah mengajarkan bagaimana bermain sepak bola yang bagus. Namun untuk urusan mencetak gol, itu semua tergantung pemain. “Sebagai pelatih saya memang punya kewajiban mengajarkan bagaimana mencetak gol. Tetapi kalau sudah dalam
pertandingan, urusan mencetak gol itu sudah tergantung masing-masing pemain,” ujarnya dengan nada kecewa.
Pelatih berkebangsaan Serbia ini mengungkapkan bahwa pemain muda Arema masih perlu banyak belajar lagi terutama untuk tampil di event internasional seperti AFC Cup. “Ini bisa dijadikan pelajaran bagi pemain yang masih minim pengalaman. Saya juga mengakui
fisik tim lawa lebih bagus,” imbuh Dejan.
Sementara tentang kartu merah yang didapat oleh Anggo Julian, Dejan mengaku bertanggung jawab terhadap hal itu. Meski sebelumnya ia sudah meningatkan pada pemain agar tak bermain keras terutama yang telah mengantongi kartu kuning.
“Saya sudah menginstruksikan pada pemain agar tak bermain keras, tetapi kalau ada kartu merah yang sudahlah. Yang penting saya tetap ingin menjaga suasana di ruang ganti tetap tenang,” tandasnya. (onn/mia)
|